UMAHA , Universitas Maarif Hasyimlatief

Universitasnya MAHAsiswa berprestasi dan berpretise

MENDIKBUD 1

PELUNCURAN SPM DIKDA

uni eropa CARTOON

EU

SPM gorontalo

uni eropa

DIRJEN DIKDAS

SAMBUTAN BU RENI

DAKER 4 DAN 5 JATIM

eu - asean

LIMA PILAR MUTU

K2013

PENDIDIKAN DASAR

GEMBIRA JADI JUARA

BELAJAR DARI INTERNE

SOLAWAT NABI

MUSIK

MUSIK 2

Selamat Lebaran

http://m.youtube.com/watch?v=WBdlNrK4XDI

MSS REGIONAL II

Direct Facilitation MSS Education enhance capacity of district and school managements in the participate districts (region II) to achieve MSSs, and assist in the preparation and subsequent implementation of MSSs plans to be financed by district grants Conduct the campaign and socialization of the MSSs Capacity Development Program within each district, explain the scope of the program, and help the district to understand the guidelines (JUKLAK and JUKNIS) for the use of district grants, obtain confirmation of engagement, including details of counterparts and key stakeholders and contributions from the respective district.

SOLAWAT NABI 3

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

HASIL FGD SPM Kab.Sampang

Oleh Admin 07-06-2014 15:12:54

Focus Group Discussion

Sampang

 

1.        Dinas Kependidkan

 

1.1.    Apakah sudah tahu tentang SPM?

 

Belum semua staf Dinas Pendidikan Kab. Sampang memahami SPM (hanya sebagian staf Dinas yang memahami SPM).

 

1.2.    Apakah pernah mendapatkan sosialisasi tentang SPM? Kalau pernah, dari mana/siapa yang mensosialisasikan SPM?

 

Hanya sebagian pegawai yang pernah mendapatkan sosialisasi SPM. Sosialisasi tersebut diadakan oleh propinsi dan pernah mendapatkan sosialisasi penganggaran SPM yang difasilitasi oleh Konsultan AIPD.

 

1.3.    Bagaimana komitmen pemda (Dinas Pendidikan) terhadap peningkatan mutu pendidikan di SD dan SMP?

 

Pemda/ Dinas Pendidikan mempunyai komitmen dalam peningkatan mutu pendidikan di SD dan SMP. Komitmen tersebut antara lain mutu pendidikan harus ditingkatkan baik dari segi kualitas dan kuantitas, pemetaan dan analisis kebutuhan guru harus diterapkan, kompetensi dan kualifikasi guru harus dipenuhi, perlu adanya penguatan kurikulum 2013, sosialisasi pegawas harus rutin dilaksanakan ke sekolah binaannya, diperlukannya diklat kurikulum 2013 untuk semua guru dan pengawas, perlu dana sharing untuk diklat guru dan pengawas, perlu penguatan kinerja kepala sekolah, guru dan pengawas dikdas.

 

1.4.    Apakah perencanaan anggaran pendidikan SD dan SMP sudah mengacu SPM?

 

Perencanaan dan penggaran pendidikan SD dan SMP hanya sebagian saja yang mengacu ke SPM, karena kendala keterbatasan anggaran. Hasil penyusunan SPM telah diakomodasi dalam RPJMD, RENSTRA, RENJA, RKA dan DPA.

 

1.5.    Dari mana saja sumber-sumber anggaran untuk pendidikan (SD dan SMP)?

 

Sumber anggaran pendidikan untuk SD dan SMP antara lain berasal dari APBD Kabupaten, APBD Propinsi  berupa bantuan keuangan Khusus dan APBN berupa bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK), BOS dan Hibah

 

1.6.    Apa saja yang menjadi hambatan dalam melaksanakan SPM?

 

Adapun hambatan utama dalam melaksanakan SPM di Kabupaten Sampang adalah karena keterbatasan anggaran sektor pendidikan terutama terkait dengan pengadaan sarana dan prasarana sekolah. Hambatan lain dalam pelaksanaan SPM adalah masih banyak SDM baik ditingkat Guru, Kepala Sekolah dan pengawas yang kurang memahami tentang Kurikulum 2013 (K13).

 

Bencana banjir setiap tahun pada daerah tertentu di perkotaan yang mengakibatkan rusaknya sarana dan prasarana di sekolah tersebut, yang mengakibatkan turunnya nilai SPM

 

Kualitas dan kuantitas guru masih perlu ditingkatkan. Kurangnya kegiatan lomba di tingkat sekolah dan di tingkat Kabupaten, orang tua kurang memebri motivasi  anak agar rajin sekolah dan giat belajar.

 

1.7.    Bagaimana kerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota?

 

Kerjasama dinas pendidikan dengan kantor kemenag yang telah dilakukan antara lain berupa kegiatan : pendataan, UNAS, Pelatihan, Akreditasi lembaga, sertifikasi guru, peningkatan mutu guru

 

1.8.    Bagaimana strategi meningkatkan mutu pendidikan?

 

Strategi dalam meningkatkan mutu pendidikan antara lain :

•    Kemampuan manajerial Kepala sekolah yang masih perlu dikuatkan agar dapat mengelola sekolah dengan baik.

•    Peningkatan kapasitas guru, kepala sekolah, pengawas, yayasan.

•    Pemenuhan sarana dan prasarana sekolah dan madrasah.

•    Pentingnya Program Monev dari dampak pelatihan

 

2.        Kantor Menteri Agama

 

2.1.    Apakah sudah tahu tentang SPM?

 

Belum semua staf kantor Kemenag memahami tentang SPM

 

2.2.    Apakah pernah mendapatkan sosialisasi tentang SPM? Kalau pernah, dari mana/siapa yang mensosialisasikan SPM?

 

Salah satu perguruan tinggi di Bogor bekerja sama dengan Kemendiknas pernah memberi sosialisasi tentang SPM, tetapi setelah itu tidak ada tindak lanjutnya

 

2.3.    Bagaimana komitmen pemda (Kantor Kemenag) terhadap peningkatan mutu pendidikan di MI dan MTs?

 

Kantor Kemenag mempunyai komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan di MI dan MTs walaupun masih belu merata antara lain :

•    Memperbaiki menejemen dan memperbaiki sumber daya guru lebih baik

•    Meningkatan guru profesional atas bantuan dari pemerintah

•    Peningkatan kapasitas guru yang belum memenuhi standar.

•    Peningkatan kapasitas guru dengan bantuan pemerintah dalam bentuk pendidikan

•    Peningkatan Kapasitas pengawas

•    Diadakan sekolah unggulan, dan mendapatkan perlakuan khusus melakukan pelatihan sesuai DIPA, seperti Bimtek kurikulum, Sosialisasi dan Workshop.

 

2.4.    Apakah perencanaan anggaran pendidikan MI dan MTs sudah mengacu SPM?

 

-       Dalam menyusun anggaran pendidikan MI dan MTs, Kantor kemenag (seksi Penma) masih belum sepenuhnya mengacu pada SPM, karena belum memahami secara benar bangaimana menyusun anggaraan berbasis SPM dan mengingat terbatasnya anggaran.

-        Kalau anggaran nanti akan mengacu pada SPM, maka kegiatan penting yang perlu dilakukan adalah workshop diklat bagi semua guru terutama kurikulum 2013, Kamembantu guru di swasta : mengingat Negeri MIN = 1, MTSN = 2, MAN = 1

-        Keterbatasan kepengawasan bekerjasama dengan KKM

-        Peningkatan Guru Sertifikasi per mapel, khusus guru BK sangat minim 4 orang se-kab-Sampamg

-        Menghidupkan KKG, MGMP

-        Pelayanan di ukur 27 indikator, apakah pemerintah : 14 daerah 13 sekolah

-        Daerah terpencil perlu dibuatkan SK desa terpencil

-        Untuk sementara di kemenag hanya ada pendataan , tidak mencangkup seluruh kebutuhan, diperlukan kevalidasian data, bottom UP

-        Harapan kita antara usulan dan yang turun sesuai

 

2.5.    Dari mana saja sumber-sumber anggaran untuk pendidikan di MI dan MTs?

 

Sumber anggaran untuk pendidikan MI dan MTs sebagian besar masih berasal dari DIPA. Dana tersebut masih belum mencukupi untuk semua madrasah terutama madrasah swasta.

 

2.6.    Apa saja yang menjadi hambatan dalam melaksanakan SPM?

 

Hambatan dalam melaksanakan SPM bagi Madrasah adalah :

 

•    Belum semua guru memiliki kualifikasi dan kompetensi seperti yang diharapkan dalam peraturan pemerintah

•    Belum semua sekolah memiliki laboratorium yang baik, belum ada perpustakaan yang layak dan juga jumlah buku yang masih sedikit

•    Belum ada dana alokasi untuk membeli buku paket sekolah terutama dengan adanya kurikulum 2013, sementara Kurikulum 2013 sudah harus dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2014-2015

•    Ruang kelas masih belum memenuhi terutama di Madrasah swasta, masih ada 1 rombel berisi lebih dari 40 murid (semakin banyak murid dalam 1 rombel, maka biaya opersionalnya akan lebih rendah)

•    Banyak bermunculan Madrasah baru dan masih ada sekolah tanpa kursi

•    Guru Agama harus mengajar mata pelajaran kesenian, semetara tidak ada Perguruan Tinggi di Madura yang mempunyai jurusan untuk kesenian

•    Kurangnya buku pegangan untuk guru untuk kurikulum 2013

•    Pembayaran tunjungan fungsional guru (bukan PNS) dan bantuan pemerintah yang hanya cukup untuk pembayaran 3 bulan saja

•    kurangnya SDM untuk penempatan kepala sekolah di swasta

•    Sangat sulit perekrutan pengawas

•    Karena tunjangan dari pemerintah sangat kecil, banyak Guru yang mengajar kurang dari jam keharusan mengajar

•    Pengawas dari Kantor Agama merasa tidak dianggap ketika harus mengawasi Guru Agama di SD atau SMP. Karena hasil pengawasan mereka tidak mempengaruhi kenaikan pangkat mereka

•    Guru sukwan kesejahteraannya masih sangat kurang

 

2.7.    Bagaimana kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota?

 

Kerjasama antara Dinas Pendidikan dan kantor Kemenag sudah baik, misalnya :

 

Kemenag selalu mendapat Undangan apabila menyangkut  sosialisasi peraturan atau kebijakan baru tentang pendidikan

 

Pendataan, UNAS, Pelatihan, Akreditasi lembaga, sertifikasi guru, peningkatan mutu guru

 

2.8.    Bagaimana strategi meningkatkan mutu pendidikan?

 

Strategi yang perlu dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan antara lain :

 

•    Kualifikasi dan kompetensi guru dan kepala sekolah perlu diperhatikan

•    Sarana dan prasarana sekolah perlu diperhatikan

•    Peranserta masyarakat perlu dihidupkan kembali

•    Pengawas Mengunjungi sekolah sekali dalam seminggu untuk meninjau kehadiran guru dan efektifnya belajar mengajar di sekolah

•    Melalui pertemuan rutin KKM dan MGMP untuk meningkatkan mutu pendidikan

•    Mengikuti standart mutu untuk mengembangkan sekolah

•    Yayasan perlu diajak untuk berdialog

 

3.        Kepala Sekolah/Madrasah

 

3.1.    Apakah semua anak usia sekolah di kabupaten/kota ini bisa bersekolah di SD/MI atau SMP/MTs?

 

Di daerah perkotaan rata-rata sudah bersekolah semua, tetapi masih ada daerah pinggiran yang belum bersekolah dengan alasan membantu orang tua, tingkat ekonomi dan sosial masyarakat  yang rendah, tradisi menikahkan anak pada usia sekolah. Sedangkan untuk pemangku kepentingan sudah berusaha secara optimal untuk program tersebut.

 

3.2.    Apa yang menjadi kendala (siswa dan guru) untuk menuju ke sekolah?

 

Di Kab. Sampang masih terdapat kondisi geografis yang berbatu dan pengunungan, terjadinya bencana alam (banjir), jarak tempuh yang jauh atau medan yang sulit dijangkau merupakan menjadi kendala bsgi siswa dan guru menuju sekolah.

 

3.3.    Apakah ada persoalan dengan kondisi sarana dan prasarana sekolah/madrasah seperti ruang kelas, meja, kursi dan perlengkapan lainnya?

 

Masih banyak sekolah terutama di Madrasah swasta yang mempunyai persoalan dalam sarana dan prosarana. 

 

Terbatasnya anggaran (BOS hanya cukup untuk biaya operasional sekolah), Luas ruang kelas di MI swasta yang tidak memadai dan untuk SD/SMP sudah cukup memadai, jumlah siswa dalam satu ruang kelas sudah memenuhi standart.

 

Masih ada MIS yang tidak tidak menggunakan kursi

 

Masih banyak sekolah/ Madrasah yang belum memiliki laboratorium dan perlengkapannya yang memadai.

 

Usulan sekolah yang rawan banjir seperti contoh SDN Dalpenang 1 sampang, agar segera dibangun gedung bertingkat untuk menyimpan dokumen penting dan untuk pengamanan peralatan elektronik dan arsip sekolah/ Madrasah.

 

3.4.    Bagaimana hasil evaluasi terhadap kinerja guru (PNS, Non PNS atau Guru tetap yayasan)?

 

Belum semua kepala sekolah melakukan umpan balik terhadap hasil evaluasi kinerja guru. Hal ini antara lain disebabkan karena kompetensi kepala sekolah yang masih kurang dan ada perasaan yang kurang enak dalam melakukan umpan balik karena gurunya lebih senior.

 

Supervisi guru melalui cara pembelajaran yang sangat dipengaruhi oleh media pembelajaran, tingkat professional guru rata-rata didaerah perkotaan sudah baik, kualitas dan kepangkatan guru yang belum sesuai, ketidaksesuaian kompetensi yang dimiliki guru, wadah KKG dan MGMP harus ditingkatkan, perlu adanya pemerataan guru. Kurikulum 2013 guru merasa terbebani, keterampilan guru harus ditingkatkan, guru kesulitan dalam system penilaian dan system administrasi guru, rata-rata guru di MI/MTS sudah S-1, perlu adanya pelatihan atau diklat-diklat.

 

3.5.    Bagaimana meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan lainnya?

 

Masih adanya perangkapan jabatan tugas guru dan tenaga kependidikan, sehingga harus menambah atau mengangkat tenaga kependidikan, perlu adanya pelatihan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk tenaga kependidikan, perlu adanya penambahan tenaga PNS TU.

 

Mengoptimalkan KKG, KKM dan MGMP, pelatihan bagi guru terutama K13. Lebih banyak guru yang mendapat pelatihan (tidak hanya guru tertentu saja)

 

3.6.    Bagaimana meningkatkan partisipasi komite sekolah dalam pengembangan pendidikan?

 

Belum semua Komite memahami tupoksinya sesuai dengan Kepmendiknas 044/U/2002, sehingga komite belum bisa berperan sebagaimana mestinya.

 

Komite perlu ditingkatkan kapasitasnya sehingga dapat menjadi mitra bagi warga sekolah dalam mengembangkan pendidikan.

 

Komite dalam penyusunan RKS, RKT hanya dijadikan sebagai bahan masukan, pertimbangan dan saran, harus ada dana atau anggaran untuk peningkatan peran serta komite, dimana pada saat ini DP3 tidak ada.

 

3.7.    Faktor pendukung apa saja yang dapat meingkatkan prestasi guru dan tenaga pendidikan lainnya?

 

Sarana dan prasarana yang memadai, guru yang berkompetensi, sangat penting untuk diadakannya workshop atau diklat, memanfaatkan fungsi KKG dan MGMP, adanya komitmen yang jelas, perlu ditingkatkan pengawasan atau supervise dari dinas pendidikan

 

 

3.8.    Bagaimana strategi mengelola sekolah/madrasah yang baik?

 

  • Adanya evaluasi nilai siswa yang tidak memenuhi target dengan melakukan komunikasi dengan wali murid,  tidak membatasi jarak antara kepala sekolah dengan guru,
  • Kepala Sekolah dapat melaksanakan tupoksinya yaitu sebagai Edukator, administrator, manajer, supervisor, leadership, inovator dan motivator
  • Pemenuhan kebutuhan saranan dan prasarana sekolah
  • Pemenuhan kualifikasi dan kompensi kepala sekolah dan guru
  • Motivasi dari orang tua dan murid
  • Kerjasama dengan komite sekolah

 

4.        Guru Sekolah/Madrasah

 

4.1.    Apakah semua anak usia sekolah di kabupaten/kota ini bisa bersekolah di SD/MI       atau SMP/MTs?

 

Semua anak usia sekolah di daerah perkotaan sudah sekolah semua, sedangkan dipelosok masih ada yang tidak bersekolah disebabkan karena masalah ekonomi, kesadaran masyarakat bersekolah masih kurang, kebiasaan atau adat istiadat untuk menikahkan anaknya, anak terlantar atau kurang perhatian karena jauh dari orang tua.

 

Masih ada orang tua memilih sekolah yang bermutu dan tuntutan dari orang tua yang sangat besar untuk menyekolahkan anaknya ke pendidikan sore hari (Madin) setelah sekolah formal.

 

4.2.    Apa yang menjadi kendala (siswa dan guru) untuk menuju ke sekolah?

 

Yang menjadi kendala utama bagi siswa dan guru adalah akses jalan yang tidak mendukung seperti berbatu, di daerah pengunungan, transportasi yang sulit, kesulitan ekonomi, alasan keluarga untuk membantu orang tua yang sifatnya musiman seperti musim panen dan musim tanam, dan jika terjadi hujan.

 

4.3.    Apakah ada persoalan dengan kondisi sarana dan prasarana sekolah/madrasah seperti ruang kelas, meja, kursi dan perlengkapan lainnya?

 

Rata-rata sarana dan prasarana disekolah masih belum memadai baik dari segi kualitas maupun kuantitas, ruang kelas belum mencukupi, kondisi fisik sekolah banyak yang rusak, Laboratorium IPA dan perlengkapan didalamnya rata-rata belum ada, Usulan sekolah yang rawan banjir untuk dibangun gedung bertingkat untuk menyimpan dokumen penting dan untuk pengamanan peralatan elektronik dan arsip sekolah.

 

4.4.    Bagaimana dengan ketersediaan buku referensi dan buku pengayaan?

 

Jumlah buku referensi, buku pengayaan dan buku perpustakaan masih kurang terutama hampir di semua sekolah/ madrasah swasta

 

 

 

4.5.    Apakah ada masalah dengan meningkatkan prestasi anak didik? Bagaimana strategi meningkatkan prestasi anak didik?

 

Dalam meningkatkan prestasi anak didik di Kab. Sampang antara lain sarana dan prasarana yang belum memadai, kekurangan tenaga PNS, kualifikasi guru belum terpenuhi, SDM guru dan tenaga kependidikan yang belum memadai, kompetensi guru belum terpenuhi, wadah KKG, KKM dan MGMP belum berjalan secara baik.

 

Strategi dalam meningkatkan anak diidik adalah perlu kerjasama antara Pemerintah, warga sekolah, orang tua dan masyarakat. Kepala sekolah dan guru perlu meningkatkan kompetensinya, orang tua memotivasi anak, masyarakat mendukung dan pemerintah membuat kebijakan yang berpihak pada peserta didik. Perlunya diadakan lomba bagi peserta didik

 

4.6.    Faktor apa saja yang pendukung terhadap peningkatan prestasi anak didik?

 

Faktor pendukung dalam meningkatkan prestasi anak didik antara lain sarana dan prasarana ditambah, SDM guru harus ditingkatkan mengingat diberlakukannya kurikulum 2013, meningkatkan kompetensi guru. Profesionalisme kepala sekolah

 

4.7.    Bagaimana kondisi faktor-faktor pendukung tersebut?

 

Kondisi faktor pendukung tersebut masih sangat perlu untuk diidentifikasi/ dipetakan, diperbaiki/ upgrade dan ditambah sesuai dengan peraturan yang berlaku

 

4.8.    Bagaimana strategi mengelola sekolah/madrasah yang baik?

 

  • Perlu merekrut tenaga administrasi (TU), perlu pimpinan atau kepala sekolah yang teladan, perlu adanya supervisi dari kepala sekolah terhadap guru tentang pembelajaran, meningkatkan kapasitas kepala sekolah, meningkatkan integritas kepala sekolah dan guru, meningkatkan komptensi guru
  • Pemenuhan sarana dan prasarana sekolah
  • Pendampingan dan monev dari pengawas

 

5.        Komite Sekolah/Madrasah

 

5.1.    Apakah sudah memahami SPM?

 

Semua komite sekolah belum paham tentang SPM

 

5.2.    Apa saja peran komite sekolah? Apa saja yang sudah berjalan?

 

Komite belum memahami tupoksinya sebagai Komite sesuai dengan Kepmendiknas No. 044/U/2002, namun sudah ada komite sekolah yang sudah melakukan tupoksinya seperti mengatur alur masuk keuangan, mengatur jadwal kesepakatan guru, kepala sekolah dengan wali murid, memantau lembaga yang dibina, membantu menyusun program RAPBS, RKAS

 

Melakukan penggalangan dana dari masyarakat, ikut menyusun RKAS, RKT, memberikan pertimbangan dan mendukung perkembangan atau peningkatan mutu sekolah, sebagai mediator antara wali murid dengan sekolah dan sebagai fungsi pengontrol.

 

5.3.    Apakah ada persoalan dengan pelaksanaan peran komite sekolah?

 

Jika ada penolakan dari masyarakat mengenai penggalangan dana, sering komite sekolah tidak dilibatkan dalam penyusunan program kegiatan sekolah. Ada sebagian kepala sekolah yang kurang memerankan Komite sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol dan mediator. Dengan slogan sekolah gratis, komite kesulitan dalam menggalang PSM

 

5.4.    Apa saja yang harus dilakukan komite sekolah dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/madrasah? 

 

Komite harus dilibatkan dalam penyusunan program kegiatan sekolah, mampu menjembatani semua keluhan masyarakat mengenai perkembangan sekolah, memberikan masukan dan pertimbangan dalam rangka meningkatkan mutu sekolah

 

5.5.    Bagaimana kerjasama antara kepala sekolah, guru dan komite sekolah?

 

Komite perlu melakukan kerjasama dengan kepala sekolah, guru dan pemangku kepentingan dalam menyusun perencanaan dan penganggaran. Kerjasama dalam penerimaan siswa baru, pangunyuban antar guru, kepala sekolah dan komite, keterlibatan dalam meningkatkan UKS, pembukaan bulletin sekolah.

 

5.6.    Bagaimana mengenai jumlah waktu belajar di sekolah/madrasah?

 

Waktu jam belajar di sekolah dari jam 07.00 sampai dengan jam 13.15, dimana jam sekolah  bersinggungan dengan jam sekolah sore (MADIN) yang dilaksanakan mulai dari jam 14.00 sampai dengan jam 16.00. walaupun peserta didik sudah pulang namun kepala sekolah dan guru sebagian besar masih meneruskan pekerjaannya di sekolah.

 

5.7.    Bagaimana dengan mata pelajaran pokok di sekolah/madrasah?

 

Sekolah memberi perhatian khusus pada mata pelajaran pokok terutama yang terkait dengan UNAS. Buku pengayaan dan referensi yang tersedia di sekolah terutama SMP sudah lebih dari 100 judul buku, hanya tenaga perpustakaan (pustakawan) yang masih belum ada, sehingga buku tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal

 

5.8.    Bagaimana dengan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah/madrasah?

 

Kegiatan ektra kulikuler di sekolah/ madrasah dilaksanakan tergantung sekolah masing-masing, mengingat keterbatasan dana. PSM untuk Ekskul sulit untuk dibangun kembali, karena menurut masyarakat semuanya harus gratis.

 

5.9.    Bagaimana strategi meningkatkan mutu sekolah/madrasah?

 

  • Dalam meningkatkan mutu sekolah, sesekali sekolah perlu untuk study banding ke sekolah yang lebih maju atau berkualitas, dan kepala sekolah harus peka terhadap sekolah.  Kepala sekolah harus transparan dan partisipatif
  • Penguatan kapasitas komite sekolah
  • Kulifikasi dan kompetensi guru

 

 

Focus Group Discussion

Pamekasan

 

1.        Dinas Kependidikan

 

1.1.    Apakah sudah tahu tentang SPM?

 

-     Baru mendengar istilah SPM

-     Sedikit tahu tentang SPM

-     Tahu tentang SPM dari dari pelatihan dan membaca (Bapak Slamet G- Sekretaris  Dinas Pendidikan

 

1.2.    Apakah pernah mendapatkan sosialisasi tentang SPM? Kalau pernah, dari mana/siapa yang mensosialisasikan SPM?

 

-     Belum ada sosialisasi tentang SPM

 

1.3.    Bagaimana komitmen pemda (Dinas Pendidikan) terhadap peningkatan mutu pendidikan di SD dan SMP?

 

-     Cukup tegas dalam pemetaan dan komitmen Kantor Dinas dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di SD dan SMP

-     Sudah banyak program meningkatkan mutu di sekolah

-     Sudah banyak progran peningkatan kapasitas  guru, seperti pelatihan-pelatihan

 

1.4.    Apakah perencanaan anggaran pendidikan SD dan SMP sudah mengacu SPM?

 

-     Kami sudan mengacu undang-Undangm dan angaran pndidikan adalah 21,4%  dari APBD

-     Tetapi anggaran 21,4% ini sudah termasuk biaya rutin seperti gaji guru

 

1.5.    Dari mana saja sumber-sumber anggaran untuk pendidikan (SD dan SMP)?

 

-     Apbn

-     Apbd1

-     APBD2

 

1.6.    Apa saja yang menjadi hambatan dalam melaksanakan SPM?

 

-     Semakin memperkecil dan menimumkan rombel

-     Semakin banyak lembaga yang mengajukan sekolah baru

-     Semakin kurangnya kontrol dinas ke lembaga sekolah

-     122 SD yang belum meiliki gedung perpustakaan (karena pergantian dan tidak memiliki lahan untuk membangun ruang)

-     139 SMP swasta gak ada perpustakaan

-     Belum banyak memiliki buku pegangan K13 (swasta)

 

1.7.    Bagaimana kerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota?

 

-     Baik

-     Mengadakan RAKORDIK

-     Sulit untuk mensingkronkan data antara dinas pendidikan dan kemenag

 

1.8.    Bagaimana strategi meningkatkan mutu pendidikan?

 

-     Memberikan sertifikasi guru

-     Mengadakan lomba untuk siswa berprestasi di dinas

-     Mengadakan lomba untuk guru berprestasi di dinas

-     Menyusun kembali struktur pengawas di dinas

-     Memberikan singkronisasikan antara dinas dan kemenag

-     Memberikan perhatian pada sekolah swasta

-     Mensosialisasikan SPM kepada Kepala Sekolah dan Guru

-     penyeleksian kepala sekolah, karena kepala sekolah yang baik akan menghasilkan guru yang berkualitas dan guru yang berkualitas akan menghasilkan murid yang berprestasi

 

2.        Kantor Menteri Agama

 

2.1.    Apakah sudah tahu tentang SPM?

 

•    Dari seluruh peserta, hanya pak Juhedi selaku Kasi Pendma yang sudah mengetahui tentang SPM, ketika beliau masih jadi penawas

 

2.2.    Apakah pernah mendapatkan sosialisasi tentang SPM? Kalau pernah, dari mana/siapa yang mensosialisasikan SPM?

 

•    Sosialisasi melalui workhop ( Pak Juhedi)

 

2.3.    Bagaimana komitmen pemda (Kantor Kemenag) terhadap peningkatan mutu pendidikan di MI dan MTs?

 

•    Perbaikan menejemen dan peningkatan sumber daya guru yang lebih baik

•    Peningkatan guru profesional atas bantuan dari pemerintah

•    Peningkatan kapasitas guru yang belum memenuhi standar.

•    Peningkatan kapasitas guru dengan bantuan pemerintah dalam bentuk pendidikan

•    Peningkatan Kapasitas pengawas

 

2.4.    Perencanaan anggaran pendidikan MI dan MTs sudah mengacu SPM?

 

•    Anggaran pendidikan MI dan MTs berusaha untuk mengacu pada SPM, tetapi Anggaran yang ada belum mencukupi

 

2.5.    Dari mana saja sumber-sumber anggaran untuk pendidikan di MI dan MTs?

 

•    Sumber dana hanya dari DIPA saja

 

2.6.    Apa saja yang menjadi hambatan dalam melaksanakan SPM?

 

•    Sekolah tidak memiliki laboratorium yang baik (20%).Belum ada perpustakaan yang layak dan juga jumlah buku yang masih sedikit

•    Belum ada dana alokasi untuk membeli buku paket sekolah terutama dengan adanya kurikulum 2013, sementara Kurikulum 2013 sudah harus dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2014-2015

•    Ruang kelas masih belum memenuhi terutama di Madrasah swasta, masih ada 1 rombel berisi 50 murid

•    Guru Agama harus mengajar mata pelajaran kesenian, semetara tidak ada Perguruan Tinggi di Madura yang mempunyai jurusan untuk kesenian

•    dinas dan kemenag bersaing di bidang pendidikan dengan metode dan cara masing2 untuk merekrut murid-murid

•    Kurangnya buku pegangan untuk guru untuk kurikulum 2013

•    Pembayaran tunjangan fungsional guru (bukan PNS) dan bantuan pemerintah yang hanya cukup untuk pembayaran 3 bulan saja

•    kurangnya sdm untuk penempatan kepala sekolah di swasta

•    dan sangat sulit perekrutan pengawas (tidak mengikuti diklat pengawas)

•    tidak ada keterkaitan biologis untuk pengawas madrasah

•    guru madrasah dan guru Pais tidak terpenuhi TPP

•    Karena tunjangan dari pemerintah sangat kecil, banyak Guru yang mengajar kurang dari jam keharusan mengajar

•    Pengawas dari Kantor Agama merasa tidak dianggap ketika harus mengawasi Guru Agama di SD atau SMP. Karena hasil pengawasan mereka tidak mempengaruhi kenaikan pangkat mereka

 

2.7.    Bagaimana kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota?

 

•    Kerjasama sudah baik, selalu mendapat Undangan apabila menyangkut  sosialisasi peraturan atau kebijakan baru tentang pendidikan.

 

2.8.    Bagaimana strategi meningkatkan mutu pendidikan?

 

•    Pengawas Mengunjungi sekolah sekali dalam seminggu untuk meninjau kehadiran guru dan efektifnya belajar mengajar di sekolah

•    Melalui pertemuan rutin KKM dan MGMP untuk meningkatkan mutu pendidikan

•    Mengikuti standart mutu untuk mengembangkan sekolah

 

3.        Kepala Sekolah/Madrasah

 

3.1.    Apakah semua anak usia sekolah di kabupaten/kota ini bisa bersekolah di SD/MI atau SMP/MTs?

 

-     Hampir emua anak usia sekolah sudah bersekolah

-     Semakin berkurangnya jumlah siswa karena banyaknya siswa yang masuk di sekolah swasta

-     Di desa, masih ada yang tidak bersekolah karena banyak yang tidak mampu karena faktor biaya dan faktor tempat atau jangkauan sekolah yang telalu jauh

-     Kurangnya kesadaran dari para orang tua untuk melanjutkan putra/putrinya ke jenjang SMP

 

3.2.    Apa yang menjadi kendala (siswa dan guru) untuk menuju ke sekolah?

 

-     Sangat dekat dan terjangkau

 

3.3.    Apakah ada persoalan dengan kondisi sarana dan prasarana sekolah/madrasah seperti ruang kelas, meja, kursi dan perlengkapan lainnya?

 

-     Untuk sarana SD sangat baik tapi kurangnya ruang Laboratorium

-     Sarana prasarana yang kurang melengkapi dengan bantuan rehab bangunan

-     Kurangnya dana bantuan untuk memperbaiki dan membangun sarana dan prasarana

-     Kurangnya ruang belajar di MTs

-     Kurangnya bantuan RKB untuk membangun LAB dan ruang kelas

 

3.4.    Bagaimana hasil evaluasi terhadap kinerja guru (PNS, Non PNS atau Guru tetap yayasan)?

 

-     Untuk di sekolah SMP negeri sudan memenuhi standar dari guru pns dan non pns dan mengadakan evalusi guru setiap hari senin (SMPN 1 Proppo)

-     75% sudah S1 dan juga memiliki gelar S2 dan yang di usia produktif 50 ke atas sudah tidak mau melanjutkan

 

3.5.    Bagaimana meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan lainnya?

 

-     Sering mengadakan pelatihan guru

-     Dari pihak MI ingin mengadakan diklat untuk pengembangan guru

-     Membantu para guru yang belum s1 untuk melanjutkan

-     Mengadakan pembinaan untuk melanjutkan belajar dan memperbaiki kinerja

-     Mengajukan kesejahteraan untuk guru yang jauh dari sekolah untuk mendapatkan kendaraan dinas atau bantuan dinas lainya

 

3.6.    Bagaimana meningkatkan partisipasi komite sekolah dalam pengembangan pendidikan?

 

-     Belum maksimalnya fungsi komite sekolah

-     Sudah ada reformasi fungsi kerja komite Sekolah

 

3.7.    Faktor pendukung apa saja yang dapat meningkatkan prestasi guru dan tenaga pendidikan lainnya?

 

-     Perlunya kesejahteraannya guru si negeri atau swasta

-     Penyamaan bantuan sarana dan prasarana untuk guru negeri dan swasta

 

3.8.    Bagaimana strategi mengelola sekolah/madrasah yang baik?

 

-     Faktor utama guru dan murid ingin mengembangkan dan bersaingan negeri swasta di bidang pendidikan

-     Peningkatan sekolah dengan cara menampung saran dari guru untuk membangun sekolah lebih baik

-     Dengan mengutamakan kedisiplinan dan penempatan guru yang lebih dekat dengan sekolah

-     Dari sekolah guru telah mengembangkan semua cara untuk memajukan pengembangan guru tapi kurangnya dukungan dari orang tua untuk menumbuhkan pola pikir siswa

 

 

 

 

 

 

4.        Guru Sekolah/Madrasah

 

4.1.    Apakah semua anak usia sekolah di kabupaten/kota ini bisa bersekolah di SD/MI atau SMP/MTs?

 

-     Sudah (kota dan desa)

 

4.2.    Apa yang menjadi kendala (siswa dan guru) untuk menuju ke sekolah?

 

-     Tidak ada

-     Terutama di pesantren, tidak ada kendala, karena murid tinggal di pondok, yang bersebelahan dengan  Madrasah

 

4.3.    Apakah ada persoalan dengan kondisi sarana dan prasarana sekolah/madrasah seperti ruang kelas, meja, kursi dan perlengkapan lainnya?

 

-     Kurangnya ruang kelas dan perpustakaan dan LAB di SMP

-     Ada Perpustakaan sekolah di teras mesjid

-     Kurangnya buku paket sekolah dan juga buku pegangan guru

-     Kurangnya buku di perpustakaan

-     Untuk kurangnya ruang kepala sekolah di SMP

-     Banyak ruangan yang rusak ringan

-     Meja dan kursi masih murid

 

4.4.    Bagaimana dengan ketersediaan buku referensi dan buku pengayaan?

 

-     Sedikitnya buku penunjang

-     Kurangnya tempat / ruang untuk buku penunjang dan buku perpustakaan

 

4.5.    Apakah ada masalah dengan meningkatkan prestasi anak didik? Bagaimana strategi meningkatkan prestasi anak didik?

 

-     Kendala pada waktu jam mengajar guru

-     Banyak orang tua kurang mendukung untuk kemajuan siswa

-     Banyak orang tua yang menyerahkan pendidikan sepenuhnya pada sekolah

-     Sekolah mengadakan bimbingan 1 minggu sekali untuk meningkatan prestasi Siswa

-     Ada pelajaran tambahan di sore hari bahkan di hari Minggu

 

4.6.    Faktor apa saja yang pendukung terhadap peningkatan prestasi anak didik?

 

-     Dukungan dari orang tua

-     Kesediaan Guru untuk memberi jam tambahan

-     Kualitas mengajar Guru

-     Ada test IQ

-     Memberi pelajaran tambahan untuk anak yang masih kurang pada malam hari (pondok)    

-     Sarana Prasarana yang baik

 

4.7.    Bagaimana kondisi faktor-faktor pendukung tersebut?

 

 

4.8.    Bagaimana strategi mengelola sekolah/madrasah yang baik?

 

-     Dikelola secara bersama antara pihak orang tua dab sekolah

-     Mengajak orang tua untuk memberi masukan untuk kemajuan sekolah

-     Setiap bulan ada pemantauan dan pelaporan dari kepala sekolah, dan kalau ada masalah dibicarakan dengan guru dan Yayasan

-     Pelatihan guru jangan diadakan secara kolosal misalnya pesertanya 100 orang, tetapi dengan jumlah peserta yang sedikit (30-50 orang) agar lebih efektif penyerapan ilmunya

 

5.        Komite Sekolah/Madrasah

 

5.1.    Apakah sudah memahami SPM?

 

Belum mengetahui tentang SPM

 

5.2.    Apa saja peran komite sekolah? Apa saja yang sudah berjalan?

 

-     1 bulan sekali sering mengadakan pertemuan untuk membicarakan kondisi siswa

-     Mengundang wali murid turut  meningkatkan peran Komite Sekolah di Sekolah

-     Turut mengawasi kondisi siswa terutama pengaruh negatif dari luar. Seperti film porno, narkoba dll

-     Komunikasi sudah terbangun antara Sekolah dan Komite Sekolah

 

5.3.    Apakah ada persoalan dengan pelaksanaan peran Komite Sekolah?

 

-     Sering mengalami kendala untuk bimbingan siswa untuk ke sekolah

-     Kurangnya komunikasi antara komite dan sekolah dan siswa

-     Hambatannya adalah partisipasi dari orang tua lain untuk meningkatkan prestasi siswa, seperti ajakan untuk memperhatikan pelajaran anak di rumah, tidak semua orang tua memperhatikan

-     Komunikasi dengan orang tua murid kurang lancar

 

5.4.    Apa saja yang harus dilakukan komite sekolah dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/madrasah? 

 

-     Perlu dirangkul kembali semua wali murid untuk partisipasi di Komite sekolah

-     Komite sekolah dapat menyampaikan aspirasi yang dirasakan oleh masyarakat

-     Komite sekolah sebagai penghubung antara sekolah dan orang tua murid

-     Komite Sekolah membantu penyediaan alat-alat olah raga dan peralatan untuk pelaksanaan ekstra kulikuler

-     Orang tua dapat membantu pengadaan saran dan prasaran sekolah ( sekolah swasta)

 

5.5.    Bagaimana kerjasama antara kepala sekolah, guru dan komite sekolah?

 

-     Komite telah banyak membantu untuk sekolah tapi sedikit kendala di bidang komunikasi

-     Kurangnya kerja sama antara kerja sama orang tua siswa

 

 

 

5.6.    Bagaimana mengenai jumlah waktu belajar di sekolah/madrasah?

 

-     Pada umumnya cukup

-     Minta jam sekolah dikurangi, karena harus belajar di madrasah pada sore hari.

-     Jam belajar pelajaran umum di pesantren terlalu panjang, karena di Pesatren banyak mata pelajaran Agama    `

 

5.7.    Bagaimana dengan mata pelajaran pokok di sekolah/madrasah?

 

-     Ada pelajaran tambahan untuk memntapkan mata pelajaran pokok

-     Sering ada perubahan kurikulum, terkadang guru belum paham dan terkendala dalam penyampaian dengan siswa

 

5.8.    Bagaimana dengan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah/madrasah?

 

-     Aktif untuk drum band, olahraga dan pramuka telah efektif

-     Adanya tambahan ektrakulikuler di MI dan Mts di bidang keagamaan (menghafat dan tahfid)

 

5.9.    Bagaimana strategi meningkatkan mutu sekolah/madrasah?

 

-     Mengembangkan dengan bahasa Inggris, tapi belum ada guru bahasa Inggris yang berkualitas

-     Mengadakan rapat kordinator dengan pihak sekolah

-     Siswa lebih mencontoh guru jadi lebih baik memilih lebih guru yang profesional

-     Mengadakan paguyuban untuk para wali murid untuk memberitahukan tumbuh kembangnya siswa di sekolah

-     Ada perhatian dari sekolah untuk murid berprestasi