UMAHA , Universitas Maarif Hasyimlatief

Universitasnya MAHAsiswa berprestasi dan berpretise

MENDIKBUD 1

PELUNCURAN SPM DIKDA

uni eropa CARTOON

EU

SPM gorontalo

uni eropa

DIRJEN DIKDAS

SAMBUTAN BU RENI

DAKER 4 DAN 5 JATIM

eu - asean

LIMA PILAR MUTU

K2013

PENDIDIKAN DASAR

GEMBIRA JADI JUARA

BELAJAR DARI INTERNE

SOLAWAT NABI

MUSIK

MUSIK 2

Selamat Lebaran

http://m.youtube.com/watch?v=WBdlNrK4XDI

MSS REGIONAL II

Direct Facilitation MSS Education enhance capacity of district and school managements in the participate districts (region II) to achieve MSSs, and assist in the preparation and subsequent implementation of MSSs plans to be financed by district grants Conduct the campaign and socialization of the MSSs Capacity Development Program within each district, explain the scope of the program, and help the district to understand the guidelines (JUKLAK and JUKNIS) for the use of district grants, obtain confirmation of engagement, including details of counterparts and key stakeholders and contributions from the respective district.

SOLAWAT NABI 3

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

HASIL FGD SPM Kab.Ngawi

Oleh Admin 07-06-2014 15:06:31

Focus Group Discussion

Ngawi

 

1.        Dinas Kependidikan

 

1.1.    Apakah sudah tahu tentang SPM?

 

•    Ada yang belum

•    Ada yang tahu sedikit

 

1.2.    Apakah pernah mendapatkan sosialisasi tentang SPM? Kalau pernah, dari mana/siapa yang mensosialisasikan SPM?

 

Belum pernah

 

1.3.    Bagaimana komitmen pemda (Dinas Pendidikan) terhadap peningkatan mutu pendidikan di SD dan SMP?

 

Mengalokasikan 20% dari dana APBD namun belum cukup untuk memaksimalkan peningkatan mutu pendidikan

 

1.4.    Apakah perencanaan anggaran pendidikan SD dan SMP sudah mengacu SPM?

 

Belum, namun sudah ada rencana untuk mengarah kesana. Hal ini disebabkan minimnya pagu anggaran untuk peningkatan mutu.

 

1.5.    Dari mana saja sumber-sumber anggaran untuk pendidikan (SD dan SMP)?

 

Dari pusat

 

1.6.    Apa saja yang menjadi hambatan dalam melaksanakan SPM?

 

•    Sarpras yang minim dan kurang layak

•    Kualifikasi guru yang tidak linier

•    Banyak pengawas baru yang belum memahami tentang kepengawasan

•    Belum ada regenerasi guru agama yang mengakibatkan minimnya guru agama

•    Terkait pengembangan kurikulum, data yang diminta dari Dirjen Dikdas berubah-ubah

 

1.7.    Bagaimana kerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota?

 

Tahun ini ada kegiatan TRY Out yang melibatkan Kemenag

 

1.8.    Bagaimana strategi meningkatkan mutu pendidikan?

 

•    Pelatihan

•    Motifasi

•    Sertifikasi

•    MGMP dan KKG

 

 

 

Usulan dari Dinas Pendidikan

 

•    Pelatihan peningkatan kapasitas pengawas karena selama ini belum ada

•    Rancangan kegiatan mengacu pada kebutuhan masing-masing bidang terkait dengan pemenuhan SPM

•    Terkait I.P 5-11 Bagian Ketenagaan menginginkan adanya pelatihan pendataan sekaligus analisa untuk pemetaan distribusi guru secara proporsional.

 

2.        Kantor Menteri Agama

 

2.1.    Apakah sudah tahu tentang SPM?

 

Sedikit, belum tau

 

2.2.    Apakah pernah mendapatkan sosialisasi tentang SPM? Kalau pernah, dari mana/siapa yang mensosialisasikan SPM?

 

Belum pernah

 

2.3.    Bagaimana komitmen pemda (Kantor Kemenag) terhadap peningkatan mutu pendidikan di MI dan MTs?

 

•    Sudah ada, melalui KKG, MGMP. Sudah dilaksanakan tapi belum maksimal

 

2.4.    Apakah perencanaan anggaran pendidikan MI dan MTs sudah mengacu SPM?

 

Belum

 

2.5.    Dari mana saja sumber-sumber anggaran untuk pendidikan di MI dan MTs?

 

Hanya dari pusat

 

2.6.    Apa saja yang menjadi hambatan dalam melaksanakan SPM?

 

•    Jumlah guru PNS hanya 8% sedangkan non PNS 92%

•    Gaji pendidik minim

•    Banyak guru yang mengajar pelajaran yang tidak sesuai dengan kualifikasinya

•    Formasi guru yang turun tidak sebanding dengan yang turun dari pusat

•    Distribusi guru yang belum merata

•    Belum ada regenerasi guru agama

 

2.7.    Bagaimana kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota?

 

Sering kerjasama

 

2.8.    Bagaimana strategi meningkatkan mutu pendidikan?

 

•    Memenfaatkan potensi yang ada

•    Pemberdayaan pengawas

•    Tunjangan profesi untuk meningkatkan kualitas

•    Pelatihan dengan biaya mandiri

 

Kendala Kemenag dalam peningkatan mutu pendidikan

 

•    Pelatihan dari balai diklat hanya menyasar 10% dari jumlah tenaga pendidik

•    8 standar pendidikan belum maksimal

•    Pengetahuan pengawas tentang kepengawasan belum memadai karena minimnya pembinaan

•    Sarpras masih minim begitu juga dengan anggarannya

 

Masukan dari Kemenag

 

•    Kemenag menginginkan adanaya rekomendasi atau MoU terkait dana hibah ini karena Kemenag khawatir tidak dilibatkan dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan

•    Peningkatan Kapasitas Pengawas melalui pelatihan kepengawasan

 

3.        Kepala Sekolah/Madrasah

 

3.1.    Apakah semua anak usia sekolah di kabupaten/kota ini bisa bersekolah di SD/MI atau SMP/MTs?

 

Semua bisa

 

3.2.    Apa yang menjadi kendala (siswa dan guru) untuk menuju ke sekolah?

 

Transportasi & jarak tempat tugas.

 

3.3.    Apakah ada persoalan dengan kondisi sarana dan prasarana sekolah/madrasah seperti ruang kelas, meja, kursi dan perlengkapan lainnya?

 

Banyak sarana yang tidak layak pakai. Jumlah tidak sebanding dengan jumlah murid

 

3.4.    Bagaimana hasil evaluasi terhadap kinerja guru (PNS, Non PNS atau Guru tetap yayasan)?

 

•    Bagus

•    Belum maksimal

 

3.5.    Bagaimana meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan lainnya?

 

Masih perlu ditingkatkan melalui pelatihan, bimbingan, diklat, KKG dan MGMP.

 

3.6.    Bagaimana meningkatkan partisipasi komite sekolah dalam pengembangan pendidikan?

 

Melakukan pertemuan rutin dengan komite

 

3.7.    Faktor pendukung apa saja yang dapat meingkatkan prestasi guru dan tenaga pendidikan lainnya?

 

Sarpras yang memadai dan peningkatan kapasitas

 

 

3.8.    Bagaimana strategi mengelola sekolah/madrasah yang baik?

 

•    Menerapkan MBS

•    Kerjasama yang baik di antara para stakeholder di sekolah

•    Meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengelola sekolah

 

Usulan dari Kepala Sekolah unruk peningkatan mutu pendidikan

 

•    Pelatihan kurikulum 2013

•    Pelatihan IT

•    Pelatihan RPP yang mencakup skenario pembelajaran dan sistem penilaian

•    Pelatihan PAIKEM

•    Pelatihan penyusunan RKT

•    Adanya kebijakan untuk pengangkatan tenaga TU di SD karena guru yang merangkap TU mengakibatkan guru menduakan tugas pokoknya.

 

4.        Guru Sekolah/Madrasah

 

4.1.    Apakah semua anak usia sekolah di kabupaten/kota ini bisa bersekolah di SD/MI atau SMP/MTs?

 

Belum semua

 

4.2.    Apa yang menjadi kendala (siswa dan guru) untuk menuju ke sekolah?

 

Transportasi, masih banyak jalan yang rusak dan jarak yang cukup jauh antara rumah dengan sekolah

 

4.3.    Apakah ada persoalan dengan kondisi sarana dan prasarana sekolah/madrasah seperti ruang kelas, meja, kursi dan perlengkapan lainnya?

 

Masih banyak kekurangan diantaranya jumlah ruang kelas yg tidak sebanding dengan jumlah rombel. Luas ruang kelas yang tidak memadai, kondisi ruang kelas yang kurang layak. Hal tersebut juga terjadi pada meja dan kursi.

 

4.4.    Bagaimana dengan ketersediaan buku referensi dan buku pengayaan?

 

Kurang memadai dari segi jumlah buku dan jumlah judul.

 

4.5.    Apakah ada masalah dengan meningkatkan prestasi anak didik? Bagaimana strategi meningkatkan prestasi anak didik?

 

•    Ada, kapasitas guru sangat mempengaruhi prestasi anak didik.

•    Strateginya melalui bimbingan belajar intensif

 

4.6.    Faktor apa saja yang pendukung terhadap peningkatan prestasi anak didik?

 

Sarpras, SDM Guru, keluarga dan lingkungan

 

4.7.    Bagaimana kondisi faktor-faktor pendukung tersebut?

 

Belum berjalan sesuai harapan dan perlu ditingkatkan

4.8.    Bagaimana strategi mengelola sekolah/madrasah yang baik?

 

•    Adanya komunikasi yang baik antara KS, guru, komite dan siswa

•    Menerapkan MBS dengan baik

 

Usulan Guru untuk peningkatan mutu pendidikan

 

•    Pelatihan penyusunan RPP yang meliputi skenario pembelajaran dan sisitem penilaian

•    Pelatihan penulisan karya ilmiah

•    Pelatihan petugas perpustakaan

 

5.        Komite Sekolah/Madrasah

 

5.1.    Apakah sudah memahami SPM?

 

Belum

 

5.2.    Apa saja peran komite sekolah? Apa saja yang sudah berjalan?

 

Membantu sekolah dalam melaksanakan program sekolah, mengontrol kebijakan sekolah. Beberapa perencanaan pembangunan fasilitas.

 

5.3.    Apakah ada persoalan dengan pelaksanaan peran komite sekolah?

 

Kurangnya pendanaan dalam melaksanakan program komite, kurangnya pemahaman tentang peran dan fungsi komite. Kurangnya komunikasi antara pihak sekolah dengan komite.

 

5.4.    Apa saja yang harus dilakukan komite sekolah dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/madrasah? 

 

Terlibat dalam penyusunan program sekolah dengan cara memberikan masukan dan mengontrol kebijakan sekolah.

 

5.5.    Bagaimana kerjasama antara kepala sekolah, guru dan komite sekolah?

 

Ada yang baik, ada yang kurang

 

5.6.    Bagaimana mengenai jumlah waktu belajar di sekolah/madrasah?

 

Sudah cukup namun perlu ditingkatkan untuk meningkatkan prestasi anak didik.

 

5.7.    Bagaimana dengan mata pelajaran pokok di sekolah/madrasah?

 

Sesuai dengan kurikulum

 

5.8.    Bagaimana dengan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah/madrasah?

 

Berjalan dengan baik namun belum maksimal karena ada kendala pada tenaga pendidik.

 

5.9.    Bagaimana strategi meningkatkan mutu sekolah/madrasah?

 

Melalui pemenuhan SPM

 

Usulan Komite

•    Pelatihan penguatan komite tentang peran dan fungsi komite

•    Adanya buku panduan tentang cara kerja komite

•    Studi banding ke daerah yang memiliki prestasi tentang peran dan fungsi komite